Printer
yang paling unggul menurut saya adalah Printer Epson, printer epson
menggunakan teknologi yang disebut Micro Piezo print heads yang
menggunakan Piezo Elements untuk mengeluarkan tinta.
Teknologi
ini memungkinkan head printer untuk diposisikan di dalam printer
printer dan mempunyai umur yang lebih panjang karena tidak menggunakan
sistem pemanasan.
Salah
satu keunggulan dari produkan Epson printer adalah kecocokannya dalam
menerapkan sistem CISS ( Continue Ink Supply Sistem ) atau yang sering
juga disebut sistem infus.
Salah
satu hal yang harus menjadi perhatian lebih dari para pengguna printer
Epson adalah sistem 'membuang' tinta yang sangat memboroskan ( untuk
pengguna cartridge original ini sangat sangat mengganggu ) karena setiap
kali printer Epson dinyalakan, otomatis mekanisme pembuangan tinta (
semua warna ) akan melakukan head cleaning dan membuang kurang lebih 1
ml tinta. Mungkin hal ini yang menyebabkan pihak Epson dalam panduan
penggunaan juga mengingatkan agar tidak sering-sering menyala-matikan
printer.
Pembuangan
printer Epson memiliki kapasitas yang cukup besar namun jika menerapkan
sistem CISS, selang pembuangan harus diatur keluar dari unit printer.
Jika hal ini tidak dilakukan bisa dipastikan suatu saat akan terjadi
kerusakan mainboard atau part lainnya mengingat busa penampungan didalam
printer memiliki batas maksimum dan jika buangan tinta melebihi
kapasitas tampung, tinta akan luber dan membasahi bagian dalam printer
dan berakibat konsleting. Hal lain yang bisa dilakukan namun tidak
disarankan adalah secara berkala mengganti busa penampungan.
Printer
Epson juga memiliki sistem resetter yang harus dilakukan bila sudah
mencapai jumlah cetak / head cleaning tertentu ( ingat, hal ini bukan
berarti printer Anda rusak, hanya saja Anda membutuhkan program untuk
me-resset indikasi tersebut ). Biasanya Anda tinggal mendownload
program-program yang sudah banyak tersedia di Internet, atau bisa dibawa
ke Spitzen Ink untuk di reset ulang. Ciri-ciri printer yang membutuhkan
reset ulang adalah menyalanya semua lampu power dan tinta/kertas secara
bergantian atau bersamaan ( blinking ). Untuk pengguna tinta original
indikasi ini berarti Anda harus mengganti busa penampungan printer (
untuk proses ini bisa didapatkan di service centre resmi Epson secara
gratis selama masa garansi ).
Refill
untuk tinta Epson biasanya disertai dengan melakukan reset di bagian
chip cartrige karena Cartridge original Epson yang sudah terbaca kosong,
tidak akan bisa dipergunakan lagi untuk melakukan printing. Salah satu
kelemahan printer Epson adalah sistem kerja dimana printer tidak akan
berfungsi jika salah satu dari tinta dideteksi kosong. Beberapa tipe
printer Epson keluaran baru tidak memiliki alat reset cartridge hingga
untuk alternatif refill atau beli original, pemakai condong membeli
compatible cartridge. Harga bervariasi dari 20 ribu hingga 40 ribu.
Perlu dicatat dari berbagai merk tinta/compatible yang beredar, konsumen
harus jeli dalam memilih kualitas tinta karena kualitas tinta yang
buruk akan menyebabkan penyumbatan dalam printhead dan ini sangat sangat
mahal bila harus diperbaiki. Pilihlah tinta made in Germany dengan
kadar PH netral, tidak asam tidak basa seperti yang dijual sole agent
oleh Spitzen Ink dan selalu dipakai dalam melakukan refill. Spitzen Ink
juga menyediakan tinta botolan Sptizen Ink dalam ukuran 100 ml seharga
35.000,- saja dijamin tidak menyebabkan printhead mampat.



Posting Komentar